Kantor Bupati Tubaba Tidak Terawat. Tokoh Masyarakat; "Kami malu kalau ada tamu datang"
Kantor Bupati Tubaba,
Sejumlah Tokoh Masyarakat Tulangbawang Barat Menyoroti Kondisi Kantor Bupati Setempat. Bagaimana Tidak Kantor Yang Diresmikan Oleh Gubernur Lampung kala itu, Sjachroedin Z.P., pada 17 Desember 2012, Kini Tampak Tidak Terawat,Kotor Serta Kerusakan Dimana-mana Sementara Setiap Tahun Selalu Ada Biaya Perawatan Meskipun Perawatan Ringan.
Kritik ini mencuat lantaran bangunan yang seharusnya menjadi ikon kebanggaan daerah justru memperlihatkan wajah sebaliknya.
Kantor dibangun dengan desain arsitektur unik yang memadukan ornamen adat "Megou Pak Tulang Bawang" Gedung terdiri dari tiga lantai dengan luas sekitar 9.049 meter persegi,pembangunan memakan waktu selama tiga tahun dengan menelan biaya mencapai Rp45 miliar.
“Sangat prihatin dan miris sekali melihat kantor Bupati seperti ini. Sebagai masyarakat Tubaba kami malu, apalagi kalau ada tamu dari luar daerah datang ke kantor ini,” keluh salah seorang tokoh masyarakat. Senin(25/08/25)
Pantauan di lokasi, kerusakan terlihat sejak memasuki area kantor. Halaman kantor terlihat penuh rumput dan kotor, cat dinding gedung mulai mengelupas, serta pendopo parkiran mobil dinas Bupati dan Wakil Bupati mengalami kerusakan pada bagian atap plafon.
Kondisi di dalam gedung juga tidak kalah memprihatinkan. Toilet umum sudah banyak yang tidak berfungsi, sedangkan untuk tangga lift nya sejak awal pembangunan memang tidak berfungsi, terkesan hanya menghambur-hamburkan APBD saja. Belum lagi beberapa ruangan kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada di bawahnya terlihat bocor dengan plafon yang berlubang rusak tampa perawatan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata untuk melakukan perawatan. Bukan hanya demi menjaga citra daerah di mata publik dan tamu luar, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab atas aset daerah yang dibangun dengan biaya besar dari uang rakyat.(Pr04)
Penulis : Tim Liputan