ProRakyat.ID – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) belum kembali menegaskan dukungannya terhadap pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk Pilpres 2029. Saat ditanya mengenai peluang putranya kembali mendampingi Prabowo, Jokowi justru menyebut pemilihan presiden berikutnya masih lama.
“Ya pemilu kan masih jauh,” kata Jokowi, dikutip Jumat (9/10/2026).
Pernyataan tersebut berbeda dari sikapnya sebelumnya yang secara terbuka menginginkan Prabowo-Gibran melanjutkan kepemimpinan selama dua periode. Kali ini, Jokowi lebih menekankan bahwa kontestasi politik 2029 belum perlu menjadi fokus utama.
Ia juga meminta Gibran mengutamakan tanggung jawabnya sebagai wakil presiden. Menurut Jokowi, pekerjaan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas dibandingkan membicarakan pemilihan presiden yang masih beberapa tahun lagi.
“Kerja dulu. Ya kerja politik, kerja pemerintahan, kerja untuk rakyat. 2029 itu masih jauh,” tegas Jokowi.
Sebelumnya, Jokowi secara terbuka menyatakan keinginannya agar Prabowo dan Gibran melanjutkan kepemimpinan untuk dua periode. Pada 5 Februari 2026, ia kembali menyampaikan dukungan tersebut.
“Saya sudah sampaikan, Prabowo-Gibran itu dua periode. Itu saja sudah,” ujar Jokowi pada Kamis (5/2/2026).
Dukungan serupa juga pernah disampaikan pada September 2025. Saat itu, Jokowi mengaku telah meminta para relawannya mendukung Prabowo-Gibran agar kembali berpasangan dalam Pilpres 2029.
“Sejak awal, sudah saya sampaikan kepada seluruh relawan untuk hal itu (mendukung Prabowo-Gibran dua periode),” kata Jokowi pada Jumat (19/9/2025).
Perbandingan pernyataan tersebut menunjukkan perbedaan penekanan dalam sikap Jokowi mengenai Pilpres 2029. Jika sebelumnya ia secara eksplisit menyebut dukungan untuk dua periode, kini ia memilih mengingatkan bahwa pemilu masih jauh tanpa kembali menegaskan dukungan yang sama.
Sorotan terhadap Dokumen Pendidikan Gibran
Pembicaraan mengenai kemungkinan Gibran kembali mendampingi Prabowo juga muncul di tengah sorotan terhadap persoalan dokumen pendidikannya. Isu ini kembali menjadi perbincangan setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) menyinggung tidak ditemukannya bukti ijazah SLTA atau sederajat milik Gibran dalam konteks perkara yang diperiksa.
Menanggapi putusan tersebut, Jokowi menyatakan bahwa setiap negara memiliki sistem pendidikan yang berbeda. Ia menjelaskan bahwa jalur pendidikan di luar negeri tidak selalu sama dengan jenjang pendidikan yang berlaku di Indonesia.
“Kita hormati putusan MK. Di tiap negara punya sistem pendidikan berbeda. Kalau di Indonesia ada SMA, diploma, dan S1. Di luar juga punya sistem sendiri,” jelas Jokowi.
Jokowi kembali menekankan pentingnya Gibran menjalankan tugas sebagai wakil presiden dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia tidak memberikan kepastian baru mengenai kemungkinan putranya kembali berpasangan dengan Prabowo pada pemilihan presiden mendatang.
Meski jawaban terbaru Jokowi tidak secara eksplisit mengulang dukungan Prabowo-Gibran untuk dua periode, pernyataan tersebut juga belum dapat dimaknai sebagai pencabutan dukungan. Jokowi hanya menegaskan bahwa Pilpres 2029 masih jauh dan meminta Gibran memprioritaskan tugas pemerintahan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan